Oborselebes.com, Maluku – Pemerintah resmi memulai layanan Angkutan Udara Perintis Koordinator Wilayah (Korwil) Langgur Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di Provinsi Maluku. Penyerahan kontrak pengoperasian sekaligus penerbangan perdana dilaksanakan di Langgur pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Program ini melayani sepuluh rute strategis yang menghubungkan pulau-pulau penting, yakni Kisar, Amahai, Langgur, Wahai, Ambon, Timika, Kupang, Larat, Saumlaki, dan Banda Naira. Kehadiran penerbangan perintis diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta membuka akses layanan dasar di wilayah terpencil.
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menegaskan bahwa bagi daerah kepulauan, konektivitas udara merupakan kebutuhan mendasar, bukan sekadar fasilitas tambahan. Kondisi geografis yang dipisahkan laut dan jarak antarpulau menjadikan transportasi udara sebagai solusi strategis.
“Penerbangan perintis adalah jembatan kehidupan masyarakat antarpulau yang selama ini terhambat oleh jarak dan keterisolasian,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, manfaat penerbangan perintis tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga berdampak langsung pada percepatan distribusi logistik, peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta efektivitas pemerintahan hingga ke pulau-pulau terluar.
Pengoperasian sepuluh rute penerbangan perintis tersebut dipercayakan kepada PT Smart Cakrawala Aviation. Bupati menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional, dengan keselamatan dan ketepatan waktu sebagai prioritas utama.
“Keselamatan, ketepatan waktu, dan keberlanjutan layanan tidak boleh ditawar. Inilah nyawa dari penerbangan perintis,” tegasnya.
Lebih lanjut, konektivitas udara dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor unggulan daerah seperti pariwisata, perikanan, dan ekonomi kreatif. Akses transportasi yang andal diyakini akan memperlancar arus orang dan barang, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.
Sementara itu, Kepala Bandar Udara Karel Sadsuitubun Langgur, Mark Ferdinand Penggabean, menyampaikan bahwa transportasi udara merupakan kebutuhan strategis dalam upaya pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Maluku.
Menurutnya, penyelenggaraan angkutan udara perintis bukan sekadar program rutin, melainkan instrumen penting untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap layanan Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan memberi manfaat nyata bagi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Pada kesempatan tersebut, Mark juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk operator penerbangan, penyedia avtur, agen pelayanan, serta pemangku kepentingan lainnya. Dedikasi dan profesionalisme seluruh pihak dinilai menjadi kunci utama terwujudnya layanan penerbangan perintis yang andal dan berkelanjutan.
sumber: Infopublik.id

