Oborselebes.com, Palangka Raya – Upaya serius menangani persoalan sampah perkotaan terus dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya. Kali ini, kolaborasi internasional dijajaki bersama Korea Selatan untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terpadu, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Palangka Raya resmi menjalin kerja sama internasional dengan National Institute of Green Technology (NIGT) Korea Selatan dalam pengelolaan sampah perkotaan terpadu. Kolaborasi ini diawali melalui pertemuan penyamaan persepsi dan pendalaman substansi yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (23/1/2026).
Pertemuan tersebut membahas arah kebijakan studi kelayakan Integrated Municipal Solid Waste Management (IMSWM). Studi ini bertujuan memetakan potensi kerja sama teknis antara Pemerintah Korea Selatan dan Kota Palangka Raya dalam penanganan limbah perkotaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa meskipun jumlah sampah yang belum terkelola di wilayahnya saat ini hanya sekitar 1,9 persen, tantangan pengelolaan tetap besar mengingat kondisi geografis Palangka Raya sebagai salah satu kota terluas di Indonesia.
“Sebagai kota terluas, meskipun kepadatan penduduk tidak merata, pemerintah tetap berkewajiban memberikan pelayanan hingga ke seluruh wilayah. Hal ini tentu membutuhkan sarana, prasarana, serta teknologi yang tepat,” ujarnya.
Fairid menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada komitmen kepala daerah serta sinergi seluruh perangkat daerah. Penguatan regulasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjutnya, berkomitmen menyiapkan payung hukum yang kuat sebagai dasar pelaksanaan pengelolaan sampah terpadu. Seluruh perangkat daerah diminta terlibat aktif dan menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kehadiran NIGT. Setiap upaya yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat akan kami dukung sepenuhnya,” tegas Fairid.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan NIGT Korea Selatan dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus tantangan sosial di kawasan perkotaan.
Sebagai penegasan komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan NIGT Korea Selatan untuk implementasi Pengelolaan Sampah Perkotaan Terpadu.
sumber: Infopublik.id

