Jakarta, oborselebes.com — Peletakan batu pertama rekonstruksi Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan pesantren di Indonesia. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pembangunan kembali pesantren tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah untuk memperkuat tata kelola, kualitas pembelajaran, sarana prasarana, hingga integritas lembaga. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri groundbreaking di Al-Khoziny, Kamis (11/12).
Muhaimin menyebut tragedi runtuhnya bangunan pesantren pada 29 September lalu perlu menjadi pengingat bersama untuk menegakkan prinsip keselamatan sebagai budaya institusi. Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi titik balik untuk membangun masa depan pesantren yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pesantren, mengingat sejarah panjang lembaga ini sebagai benteng moral bangsa, pusat keilmuan, dan tempat lahirnya para pejuang kemerdekaan.
Menurut Muhaimin, sistem pendidikan pesantren adalah model pembelajaran yang komprehensif karena memadukan pendidikan dunia dan akhirat secara seimbang. Ia menyebut pesantren sebagai “laboratorium kehidupan” yang membentuk kecerdasan spiritual sekaligus kemampuan sosial ekonomi. Santri, kata dia, tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi bagi kemakmuran diri, keluarga, dan masyarakat.
Rekonstruksi Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo dibangun di atas lahan seluas 4.157 meter persegi dengan desain gedung lima lantai yang akan difungsikan sebagai asrama dan ruang pendidikan, serta masjid empat lantai sebagai pusat kegiatan keagamaan. Pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pesantren agar mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan tradisi yang menjadi jati dirinya.
Muhaimin mendorong penguatan kolaborasi antara pesantren dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam aspek tata kelola keuangan, peningkatan kualitas kurikulum, serta pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut penting agar pesantren terus menjadi lembaga pendidikan yang relevan, terpercaya, dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Sumber : infopublik.id

