Oborselebes.com, Gorontalo – Aktivitas ekspor Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan positif pada November 2025. Nilai ekspor daerah ini mencapai US$8,35 juta, meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka US$6,46 juta. Lonjakan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 29,20 persen dalam satu bulan.
Sebagian besar transaksi ekspor dilakukan langsung melalui pintu keluar di wilayah Gorontalo dengan nilai mencapai US$5,95 juta. Komoditas molases menjadi andalan utama dengan tujuan pasar Korea Selatan, disusul pelet kayu yang dikirim ke Jepang.
Di balik capaian tersebut, dinamika jalur distribusi ekspor masih menjadi catatan menarik. Sejumlah komoditas asal Gorontalo ternyata dikirim melalui pelabuhan dan bandara di provinsi lain sebelum menembus pasar global.
Komoditas ikan serta udang dan kepiting olahan, misalnya, diekspor melalui Bandara Soekarno–Hatta dengan nilai mencapai US$92.992 untuk memenuhi permintaan Jepang dan Singapura. Sementara itu, buah serta biji dan kacang olahan menyumbang nilai ekspor cukup besar, yakni US$2,09 juta.
Produk-produk tersebut dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan dipasarkan ke berbagai negara, mulai dari Suriah, Rusia, Jerman, Brasil, hingga Polandia dan Prancis. Komoditas makanan olahan lainnya juga dikirim ke Tiongkok melalui pelabuhan di Surabaya dan Jakarta.
Meski pertumbuhan bulanan terlihat menjanjikan, kontribusi ekspor Gorontalo dalam skala nasional masih tergolong kecil. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2025, sumbangan ekspor provinsi ini baru mencapai 0,03 persen dari total ekspor nasional.
Capaian tersebut menempatkan Gorontalo pada posisi terbawah di antara provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi. Namun, tren kenaikan ekspor di akhir tahun memberi sinyal positif sekaligus membuka peluang penguatan sektor logistik dan hilirisasi agar kontribusi daerah ini terus meningkat ke depan.
sumber: Infopublik.id

