oborselebes.com, Gorontalo – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa hingga akhir Desember 2025, influenza A(H3N2) subclade K belum terdeteksi di Gorontalo. Situasi ini dinilai masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan clade atau subclade influenza lainnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif melalui sistem surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Data tersebut bersumber dari sistem National All Record (NAR) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan catatan surveilans, terdapat 326 kasus ILI di Gorontalo. Rinciannya, 113 kasus berasal dari Puskesmas Kabila dan 213 kasus dari RS Hasri Ainun Habibie. Dari jumlah tersebut, sebanyak 255 kasus dilakukan pengambilan sampel dan 252 di antaranya telah keluar hasil pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 12 kasus Covid-19, 37 kasus influenza A(H1N1), 27 kasus influenza A(H3N2), satu kasus influenza B Victoria, serta satu kasus influenza B lineage yang belum dapat ditentukan. Untuk sebaran influenza A(H3N2), Kabupaten Gorontalo mencatat 18 kasus, Kabupaten Bone Bolango delapan kasus, dan Kabupaten Pohuwato satu kasus.
“Saat ini belum ditemukan H3 subclade K di Gorontalo. Namun, kemungkinan itu tetap ada seiring pemeriksaan lanjutan,” ujar Jeane dalam keterangan resminya, Rabu (7/1/2026).
Jeane menambahkan, berdasarkan penilaian World Health Organization (WHO) dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejalanya umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
Secara nasional, influenza A(H3) masih menjadi varian yang dominan di Indonesia. Tren kasus influenza juga tercatat menurun dalam dua bulan terakhir. Melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K diketahui telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di sejumlah fasilitas kesehatan.
Dinkes Provinsi Gorontalo memastikan komitmennya untuk terus memperkuat sistem surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan respons kesehatan. Langkah ini dilakukan guna menjamin deteksi dini dan penanganan cepat apabila terjadi perubahan pola penularan maupun tingkat keparahan penyakit.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan. Vaksinasi terutama dianjurkan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta karena terbukti efektif mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza.
Masyarakat juga diminta tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mengakses layanan kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari. Upaya sederhana ini diharapkan mampu menekan penularan dan melindungi kelompok berisiko tinggi.
sumber: Infopublik.id

