Oborselebes.com, Yogyakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menyalurkan bantuan awal sebesar Rp150 juta untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Yogyakarta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi renovasi ruangan asrama putri yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Penyerahan bantuan dilakukan saat Wamenag meninjau langsung lokasi kejadian di kompleks MAN 2 Yogyakarta, Sabtu (3/1/2026). Kehadiran Romo Syafi’i tidak hanya untuk melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada para santriwati dan tenaga pendidik yang terdampak musibah.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenag melihat langsung dua kamar di Gedung Muslimah Boarding Ihyaul Ulum yang terbakar. Kebakaran diketahui bersumber dari korsleting listrik. Insiden ini menyebabkan plafon salah satu kamar runtuh dan seluruh isi ruangan hangus terbakar, termasuk pakaian santri, kasur, serta 14 unit laptop yang menjadi sarana penting dalam proses pembelajaran.
Romo Syafi’i menegaskan bahwa bantuan Rp150 juta ini merupakan tahap awal. Ia memastikan akan ada skema bantuan lanjutan guna memulihkan seluruh fasilitas terdampak, termasuk asrama, laboratorium, dan perpustakaan terpadu, agar dapat kembali berfungsi secara optimal.
Di hadapan para guru dan santriwati, Wamenag juga menyampaikan pesan penguatan. Ia mengingatkan bahwa MAN 2 Yogyakarta merupakan madrasah berprestasi dengan reputasi nasional, penghasil para hafidz, serta memiliki rekam jejak akademik dan non-akademik yang membanggakan.
“Allah tidak menyaksikan keimanan seseorang kecuali dengan ujian. Jangan berburuk sangka, yakinlah semua terjadi atas izin Allah dan pasti ada hikmah besar di baliknya,” ujar Romo Syafi’i, menenangkan para santriwati yang terdampak.
Pasca kejadian, pihak madrasah telah melakukan langkah mitigasi dengan merelokasi para santriwati ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dan tidak terhenti. Wamenag pun menaruh perhatian khusus pada keberlangsungan pendidikan, seraya meminta agar trauma pascakebakaran tidak menghambat proses belajar para siswa.
Kunjungan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk bangkit dan pulih. Kehadiran negara melalui Kementerian Agama diharapkan menjadi penyemangat bagi MAN 2 Yogyakarta untuk segera melakukan renovasi, memulihkan fasilitas, dan kembali menorehkan prestasi bagi dunia pendidikan nasional.
sumber: Dok Kemenag

