Oborselebes.com, Makasar – PSM Makassar kembali menelan kekalahan pada lanjutan BRI Super League 2025/26 usai takluk 1-2 dari Borneo FC Samarinda. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Juku Eja yang sebelumnya juga kalah dari Malut United FC dan Persib Bandung.
Padahal, PSM sempat membuka musim dengan catatan positif pada September hingga November, mengemas tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Namun, performa solid tersebut perlahan memudar dalam tiga laga terakhir, terutama akibat inkonsistensi permainan dan buruknya penyelesaian akhir.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyoroti ketidakmampuan timnya menjaga level permainan selama 90 menit. Menurutnya, peluang demi peluang tercipta, tetapi gagal dikonversi menjadi gol.
“Kami tidak bisa bermain konsisten selama satu pertandingan penuh. Saat melawan Malut United, Persib, dan Borneo FC, masalahnya sama. Kami punya peluang, tapi tidak bisa menyelesaikannya,” ujar Tomas.
Dalam laga melawan Borneo FC, PSM bahkan unggul cepat lewat gol menit ke-2 dan tampil dominan sepanjang babak pertama. Serangan intens dan pertahanan solid sempat membuat Borneo FC kesulitan keluar dari tekanan.
Namun situasi berubah drastis di babak kedua. PSM kesulitan membangun serangan, kehilangan ketenangan saat menghadapi serangan balik, dan kerap melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning. Celah tersebut dimanfaatkan Borneo FC untuk membalikkan keadaan.
Dua gol balasan Pesut Etam tercipta melalui skema serupa: crossing dan duel udara. Gawang Hilman Syah bobol lewat tandukan Joel Vinicius pada menit ke-68 dan 87. Masalah antisipasi bola atas kembali mencuat, mengulang pola kebobolan yang juga terjadi saat menghadapi Persib Bandung.
“Sekarang kami harus kembali berlatih, menganalisis apa yang salah, dan bekerja lebih baik agar kesalahan ini tidak terulang,” tegas Tomas.
Kesempatan bangkit akan datang pada pekan ke-16, ketika PSM Makassar menjamu Bali United FC di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (9/1/2026). Laga ini diprediksi tidak mudah, mengingat Bali United kerap menjadi lawan yang menyulitkan Juku Eja, baik kandang maupun tandang.
Tomas menegaskan bahwa kemenangan menjadi target mutlak. Kekalahan beruntun dinilai tidak sehat bagi mental tim, terlebih laga ini dimainkan di hadapan pendukung sendiri.
“Kami sudah kalah tiga kali berturut-turut dan itu tidak baik untuk semua yang ada di tim ini. Kami harus menang,” pungkasnya.
sumber: Ileague.id

