Close Menu
Obor Selebes – AKtual,Informatif,TerpercayaObor Selebes – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Obor Selebes – AKtual,Informatif,TerpercayaObor Selebes – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional

    Batam Lampaui Target Investasi 2025, Borong Dua Penghargaan Nasional dari BKPM

    Januari 30, 2026

    Wagub Gorontalo Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan Program MBG di Bone Bolango

    Januari 26, 2026

    Wajib Halal Mulai Oktober 2026, Makanan hingga Kosmetik Masuk Ketentuan

    Januari 25, 2026

    Dari Akta Nikah hingga KTP: Kemenag Jelaskan Dampak Nikah Tidak Tercatat

    Januari 25, 2026

    Kemensos Dorong Perlinsos, Transparansi Data Jadi Kunci Tepat Sasaran Bansos

    Januari 23, 2026
  • Daerah

    Hukum sebagai Cahaya Desa: Suluh Praja FH UGM dan Kejati DIY Menyapa Banjarharjo dan Giripeni

    Januari 29, 2026

    Program Suluh Praja UGM–Kejati DIY Hadirkan Edukasi Hukum Langsung ke Warga Desa

    Januari 28, 2026

    FH UGM Bersama Kejati DIY Hadirkan Pendidikan Hukum Praktis di Desa Sleman

    Januari 27, 2026

    Agus Budi Rahmanto: Pelayanan Berbasis Budaya Adalah Modal Terkuat Pariwisata Yogyakarta

    Januari 26, 2026

    Kalurahan Jadi Ruang Belajar Hukum, FH UGM dan Kejati DIY Turun Langsung

    Januari 26, 2026
  • Olahraga

    ATR/BPN Melaju ke Semifinal Kejuaraan Bulutangkis HUT ke-54 KORPRI

    Januari 18, 2026

    PSM Makassar Tiga Kali Tumbang Beruntun, Konsistensi dan Bola Udara Jadi PR Mendesak

    Januari 6, 2026

    Persib Bandung Tantang Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2, Jaga Asa Wakili Indonesia di Asia

    Desember 31, 2025

    Persib Bandung Bidik Puncak Klasemen Saat Hadapi PSM Makassar di GBLA

    Desember 29, 2025

    Dewa United Tantang Bali United di Gianyar, Jan Olde Bidik Kemenangan pada Laga ke-100

    Desember 29, 2025
  • Pendidikan

    Hukum sebagai Cahaya Desa: Suluh Praja FH UGM dan Kejati DIY Menyapa Banjarharjo dan Giripeni

    Januari 29, 2026

    Program Suluh Praja UGM–Kejati DIY Hadirkan Edukasi Hukum Langsung ke Warga Desa

    Januari 28, 2026

    Kalurahan Jadi Ruang Belajar Hukum, FH UGM dan Kejati DIY Turun Langsung

    Januari 26, 2026

    Wagub Gorontalo Soroti Kebersihan dan Keamanan Pangan Program MBG di Bone Bolango

    Januari 26, 2026

    Wajib Halal Mulai Oktober 2026, Makanan hingga Kosmetik Masuk Ketentuan

    Januari 25, 2026
  • Wisata

    Agus Budi Rahmanto: Pelayanan Berbasis Budaya Adalah Modal Terkuat Pariwisata Yogyakarta

    Januari 26, 2026

    Pontianak Kembali Jadi Tuan Rumah Event Nasional, Daya Tarik Kota Toleran Makin Kuat

    Januari 19, 2026

    Menhub Dudy Cek Stasiun Yogyakarta, Arus Penumpang Nataru Naik 10 Persen

    Januari 2, 2026

    Horison Emerald Timoho Yogyakarta Hadirkan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 Bertema “Emerald Harmony of Flavors”

    Desember 24, 2025

    “Saat BUMN Bicara Serius: Pariwisata Nasional Harus Berorientasi Dampak, Bukan Gimik!”

    Desember 9, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Obor Selebes – AKtual,Informatif,TerpercayaObor Selebes – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Terobosan Baru! KKP Gunakan Air Kelapa untuk Maskulinisasi Ikan Nila, Ini Buktinya
Daerah

Terobosan Baru! KKP Gunakan Air Kelapa untuk Maskulinisasi Ikan Nila, Ini Buktinya

OborSelebesBy OborSelebesFebruari 17, 202504 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan inovasi menggunakan air kelapa untuk maskulinisasi ikan nila. Temukan cara alami, ramah lingkungan, dan ekonomis untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila di Indonesia! foto : kkp.go.ig
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi, 17 Februari 2025 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil mengembangkan inovasi baru dalam dunia perikanan budidaya dengan memanfaatkan air kelapa untuk proses maskulinisasi ikan nila. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung ini membuka peluang besar bagi para pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi ikan nila jantan secara alami, ramah lingkungan, dan lebih ekonomis.

Inovasi yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Air kelapa, yang selama ini dikenal sebagai minuman sehat, ternyata memiliki manfaat luar biasa dalam dunia perikanan. Melalui studi yang dilakukan tim peneliti BPPP Bitung, air kelapa terbukti dapat digunakan dalam pakan ikan untuk meningkatkan jumlah ikan nila jantan, yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan ikan nila betina. Proses maskulinisasi ikan nila menggunakan air kelapa ini dianggap lebih aman dan lebih berkelanjutan dibandingkan dengan penggunaan hormon sintetik yang selama ini banyak diterapkan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa inovasi dalam budi daya perikanan seperti pemanfaatan air kelapa untuk maskulinisasi ikan nila mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

Baca Juga : KKP Dorong Pengembangan Bio Farmakologi Laut untuk Industri Kesehatan dan Kosmetik! Temukan Potensinya di Sumber Daya Laut Indonesia

“Dengan adanya kaji terap ini, kami berharap para instruktur, widyaiswara, dan pembudidaya dapat memperoleh ilmu baru yang aplikatif, yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka di industri kelautan dan perikanan,” kata Nyoman.

Proses Maskulinisasi yang Efektif dan Alami

Biasanya, maskulinisasi ikan nila dilakukan dengan menggunakan hormon sintetik, seperti 17α-metiltestosteron, yang berisiko meninggalkan residu berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Namun, penelitian yang dilakukan di BPPP Bitung ini menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa dalam pakan ikan nila dapat menghasilkan maskulinisasi dengan cara yang lebih alami dan ramah lingkungan.

Selama percobaan yang berlangsung dari 25 September hingga 22 November 2024, tim peneliti memberikan pakan yang dicampur dengan air kelapa dalam berbagai dosis kepada larva ikan nila selama 14 hari. Hasilnya sangat memuaskan: dosis 0,12 ml air kelapa per gram pakan menghasilkan maskulinisasi optimal dengan persentase ikan jantan mencapai 66,32 persen, tanpa menurunkan tingkat kelangsungan hidup ikan yang tercatat hingga 98,89 persen.

Kepala BPPP Bitung, Natalia, menjelaskan, “Dengan menggunakan air kelapa, kami tidak hanya mengurangi ketergantungan pada hormon sintetik, tetapi juga memanfaatkan bahan alami yang melimpah di Indonesia. Ini adalah langkah besar dalam mengembangkan budi daya perikanan yang lebih ramah lingkungan.”

Respon Positif dari Industri dan Pembudidaya Ikan

Hasil kaji terap ini mendapat sambutan positif dari pelaku industri perikanan dan pembudidaya. Boby Vintonius dari PT. Central Protein Prima Tbk menyebut metode ini sebagai langkah inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi pakan ikan nila. Selain itu, Mika Dendeng dari UPR Golden Fish Farm menekankan pentingnya kualitas benih dalam proses maskulinisasi ikan nila untuk mencapai hasil yang optimal.

Seorang pembudidaya ikan, Supardi Mamonto, menyatakan bahwa metode ini sangat praktis dan ekonomis. “Air kelapa mudah didapat dan harganya terjangkau. Jika diterapkan secara luas, ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan produksi ikan nila jantan dengan biaya yang lebih murah,” katanya.

Baca Juga : KKP Dukung Nelayan Tangerang dengan Program Pemberdayaan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan

Langkah Selanjutnya: Panduan dan Implementasi di Lapangan

Melihat hasil yang menggembirakan, KKP berencana untuk terus mengembangkan penelitian ini dan menyusun panduan teknis sederhana agar inovasi ini dapat diimplementasikan dengan mudah oleh pembudidaya ikan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, diharapkan metode ini dapat menjadi standar baru dalam budi daya ikan nila yang lebih ramah lingkungan dan produktif.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan penelitian ini untuk menghasilkan teknik yang semakin optimal dan dapat diterapkan secara luas oleh pembudidaya ikan di Indonesia,” tambah Natalia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya mendorong seluruh unit kerja KKP untuk lebih berinovasi, baik dalam hal pelayanan maupun dalam mengembangkan solusi-solusi baru untuk meningkatkan produktivitas masyarakat kelautan dan perikanan.

Dengan inovasi ini, KKP berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sektor perikanan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para pembudidaya ikan.

Sumber : KKP

#KKP Air Kelapa BPPP Bitung BPPSDM KP Budidaya Ikan Nila Industri Perikanan Inovasi Perikanan Maskulinisasi Ikan Nila Pakan Alami Ikan Nila. Pakan Ikan Nila Pengembangan Perikanan Perikanan Berkelanjutan Pertumbuhan Ikan Nila Teknologi Perikanan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
OborSelebes
  • Website

Berita Terkait

Hukum sebagai Cahaya Desa: Suluh Praja FH UGM dan Kejati DIY Menyapa Banjarharjo dan Giripeni

Januari 29, 2026

Program Suluh Praja UGM–Kejati DIY Hadirkan Edukasi Hukum Langsung ke Warga Desa

Januari 28, 2026

FH UGM Bersama Kejati DIY Hadirkan Pendidikan Hukum Praktis di Desa Sleman

Januari 27, 2026
Berita Terbaru

Batam Lampaui Target Investasi 2025, Borong Dua Penghargaan Nasional dari BKPM

Januari 30, 2026 Berita Unggulan

Hukum sebagai Cahaya Desa: Suluh Praja FH UGM dan Kejati DIY Menyapa Banjarharjo dan Giripeni

Januari 29, 2026 Berita Unggulan

Program Suluh Praja UGM–Kejati DIY Hadirkan Edukasi Hukum Langsung ke Warga Desa

Januari 28, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 oborselebes.com - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.